Kisah sang Guru – Guru Juga Manusia :)

Karena terusik adanya berita mengenai Ujian Nasional, akhirnya gatal juga tangan saya buat nulis, yah karena gak ada kerjaan lain kali ya…

 

hmm….mungkin dah basi nih ceritanya…ceritanya terjadi pas saya menjadi TIM TPI alias Tim Pemantau Independen,

tim yang secara independen memantau aktifitas kegiatan ujian nasional berlangsung yang kerjanya cuman mantau doank hehehe..gak bisa masuk ruangan, catat …catat dan catat….gitu deh..

Waktu itu kebagian jatah di sekolah swasta yang cukup terkenal di kota saya, namanya gak perlu ya disebutin, gak baik..

saya kebagian jatah bersama 2 orang teman saya yang notabene juga adik tingkat di kampus.

Hari pertama seorang guru dengan status juga wakasek datang menghampiri seraya saling mengenalkan diri yah babibu gitu lah…basa basi karena gak ada omongan, beliau masih muda, tapi sudah menikah dan memiliki seorang anak, sambil cerita his simple life n about school…taelah…

sampai keluar kalimat yang cukup menarik bagi saya, yaitu “Sebenarnya Ujian Nasional nih masih perlu tidak yah, menurut kamu bagaimana??”

hmmm…cukup lama sih mikirnya, tapi yah karena gak enak gak dijawab tak jawab sekenanya deh. Menurut saya ada 2 pilihan pak, ya itu tadi dihapuskan atau menurunkan standar ujian nasional yang dirasa terlalu tinggi itu (namanya juga asal hihihhii).

 

“Nah tu dia, sebenarnya kami para guru mengalami dilema mengenai Ujian Nasional, karena kami para Guru dituntut untuk memenuhi standar dan persentase kelulusan yang sangat berat. Kalau ada yang tidak lulus dan tidak memenuhi target kami para gurulah yang serba salah, dinilai tidak becus mendidik para murid oleh orang tua, dinilai buruk di mata masyarakat”. Hal ini  yang sering memicu adanya kecurangan kecurangan pada Ujian Nasional. Kalau memang kapasitas dan kemampuan siswa tersebut memang segitu yang mau apalagi, dipaksa dan digenjot pun tetap tak mampu membuat mereka menjadi semkin pintar”. Sebagai catatan orang tua mereka menyekolahkan anak mereka kesini hanya agar mereka bisa bersekolah dan sekolah, itu saja. Mereka cuma tahu anak mereka pagi berangkat sekolah dan pulang siang harinya tanpa tahu apa yang mereka lakukan di sekolah.

Sampai beliau bercerita kalau di salah satu sekolah lain ada yang sampai lebih parah lagi. Pada saat hari pengumuman ujian kelulusan tiba, biasanya diselokan sekolah sudah dipenuhi dengan kayu, parang, samurai, dan senjata lain yang sengaja di bawa para murid. Entah cerita ini benar atau tidak saya tak tahu, tapi beberapa guru membenarkan cerita itu…waw …merinding bener dengernya…Semua senjata itu digunakan untuk mengobrak abrik sekolah jika ada murid yang tidak lulus. Nah gimana gak bingung juga tuh jadi guru.

Ujian dimulai, beberapa guru juga mulai menghampiri dan mulai ikut ngobrol. Seolah dipaksa untuk tidak bergerak mereka cerita tanpa henti….alhasil dengan alasan mau kebelakang bisa juga tuh hehehehe….

Keliling ruangan seperti biasa, karena lokasinya luas maka saya dan teman memutuskan untuk membagi kelas yang di pantau. Soal kecurangan hmmm….mungkin udah lumrah ya….yang namanya contekan, nanya, tukeran soal sama jawaban, sampe bawa buku dikelas jadi santapan tiap pagi. Hape..ah udah gak musim, jawaban udah tersedia koq, walaupun masih ada juga yang membawa HP secara sembunyi sembunyi. Tiap pagi pasti ada jatah….mau masuk gak bisa ya udah…catat aja dah…gitu aja koq repot…

Sampe ujian selesai dah…pulang.

Yang asik setiap pagi dan siang kita selalu saja disuguhi berbagai macam santapan maknyuz dan nikmat. Pulangnya iseng kebetulan satu bus sama anak sekolah lain yang juga lagi ujian, tapi bukan yang saya pantau, klo iya mana mau diajak ngobrol ntar dikirain mata mata lagee. Kira kira gini percakapannya:

 

Saya(S) : abis ujian ya dek…gimana ujiannya ..susah?? (biasa mancing gitu)

Murid (M) : lumayan lah kak, ada yang susah ada yang mudah…tergantung sih..

S : tergantung apanya??

M : ya itu, soal ma jawabannya lah..

S : maksudnya ???

M : yah klo jawabannya ada dan bener, ya mudah….

S : maksudnya ada yg kasih tau gitu..??? ada yah….?? Emang gimana cara..???

M : caranya sih kadang ada temen yang bawa kunci jawabannya, trus dicocokin sama sama, udah itu dibagi bagikan. Tapi gak tau jawaban bener apa gak…klo banyak yang cocok ya anggap aja bener. Yang gak dapet biasanya nanya sama nyontek sih…

S : (Gile nih anak lugu bener jawabnya, gak nyadar karma dia emang gak tau), emang cara lain apa saja sih…??

M : biasanya kami disuruh guru untuk datang pagi pagi sekali, biasanya sudah ada kunci jawaban disalah satu kelas yang secara acak dan diletakkan di bangku kelas yang nantinya disebar.

Obrolan trus berlanjut sampai tuh anak turun karena sudah sampai ke tujuan dia, sisanya hanyalah obrolan biasa…Hal ini yang menjawab semua kejanggalan sewaktu menjadi pemantau, yaitu  :

         tidak adanya siswa yang memegang buku untuk belajar sebelum ujian berlangsung. Okelah mungkin siswanya pintar.

         Jam hadir siswa yang aneh, ketika saya datang pukul 6.30 siswa sudah tampak ramai, bukankah ujian mulai pukul 8.

 

Obrolan diatas menunjukkan bahwa efek dari tingginya Standar ujian nasional sudah sampai memunculkan adanya mafia dunia pendidikan, adanya kongkalikong pihak guru dan murid. Hal ini akan terus terjadi kalau tidak adanya perubahan dalam dunia pendidikan, lah wong kita yang udah kuliah saja masih suka nyontek kadangan koq, gak munafik lah…Saya tidak setega seperti teman yang memantau sekolah lain, yang melaporkan detil kecurangan yang terjadi sampai sampai satu sekolah terpaksa mengulangi ujian karena ketahuan kebocoran soal. Karena saya secara fisik tak melihat adanya indikasi kebocoran soal, walaupun hanya isu yah buat apa dicatat…hehehehe..Guru Juga Manusia…

 

Akhirnya cerita ini akan terus berlanjut dan berlanjut sampai adanya atu perubahan berarti yang tentunya bisa merubah segalanya tadi….Mungkin???                  

Silahkan tanggapi sendiri…

One Response to “Kisah sang Guru – Guru Juga Manusia :)”

  1. wah.. knp ga dituntut aj seh.. biar dia mamfus… wKaKwaKwAwKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: